PIKIRANKITA.ID – SURABAYA, 19 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Komitmen Bersama Program Beasiswa Pendidikan bagi siswa dan Mahasiswa Jawa Timur Tahun 2026 dengan total kuota lebih dari 143 ribu penerima. Program tersebut terdiri atas 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Timur.
Peluncuran program dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (19/6), sebagai bentuk sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Program ini merupakan upaya Pemprov Jatim untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan merata dengan menggandeng lembaga pendidikan swasta. Lembaga pendidikan swasta diajak kerjasama untuk menyediakan beasiswa penuh maupun potongan pendidikan bagi siswa yang menempuh pendidikan di SMA/SMK swasta serta PTS.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jatim, hingga 18 Juni 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat ada 84 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur yang berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan keringanan pembiayaan bagi calon mahasiswa baru. Bahkan juga ada pemberian biaya hidup bagi calon mahasiswa baru.
Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK, total ada 1.772 sekolah yang berpartisipasi dalam program ini pada tahun ajaran 2025/2026 dengan rincian 687 SMA swasta dan 1.085 SMK swasta.
Sedangkan, pada tahun 2026/2027, jumlah partisipan meningkat menjadi 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta sehingga total ada 2.106 sekolah yang berpartisipasi. Dengan begitu, per 14 Juni 2026, terdapat peningkatan sekitar 18,84 persen atau penambahan 334 sekolah yang berpartisipasi.
Untuk jenjang SMA dan SMK swasta tahun 2026, total ada 44.421 penerima beasiswa penuh. Sementara ada 36.710 penerima potongan biaya pendidikan dari SMA/SMAK Swasta dalam bentuk pembebasan uang gedung, potongan SPP, dan berbagai bentuk bantuan pendidikan lainnya.
Total ada 81.131 penerima beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan pada 2026, atau bertambah sekitar 8.290 dari yang sebelumnya 72.841 pada 2025.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” tuturnya.
Penyediaan kesempatan belajar yang berkualitas dan merata sangat penting untuk terus diupayakan. Terutama karena berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat pada tahun 2026 mencapai 618.479 murid. Sementara, daya tampung SMA dan SMK negeri yang tersedia saat ini sebanyak 244.621 kursi.
“Ini adalah tantangan kita bersama. Artinya, sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Masih terdapat sekitar 373.858 anak atau 60,45 persen lulusan yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Insya Allah, dengan program ini bisa menutup gap pendidikan kita,” ujarnya.
“Alhamdulillah, usaha kita membuahkan hasil karena selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peserta didik terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui berbagai jalur seleksi nasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa ketika akses pendidikan diperluas dan kesempatan belajar dibuka seluas-luasnya, maka semakin banyak anak-anak Jawa Timur mampu meraih prestasi,” lanjut Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah menegaskan, kegiatan hari ini merupakan bagian dari upaya menekan Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) serta langkah meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK). Serta untuk memastikan tidak ada yang tertinggal atau no left behind untuk mengakses pendidikan berkualitas.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas,” tegas Gubernur Khofifah.
“Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan kepada masing-masing 10 SMA/SMK swasta yang berkontribusi menyediakan beasiswa paling banyak bagi calon murid dan mahasiswa. Untuk SMKS, 3 penerima penghargaan tertinggi diraih oleh SMK Krian 2 Sidoarjo, SMKS YPM 8 Sidoarjo, dan SMKS Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo.
Untuk SMAS, 3 penerima penghargaan tertinggi diraih oleh SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang, SMA Islam NU Pujon Malang, serta SMA Plus Darul Hikmah Jember.
“Terakhir, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi mendukung perluasan akses pendidikan bagi masyarakat Jawa Timur. Karena sesungguhnya tidak boleh ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikan hanya karena alasan ekonomi. Terima kasih sekali lagi atas sinergitasnya,” pungkasnya. (AWO)



