PIKIRANKITA.ID – SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung hasil program bedah rumah milik Wandori, tenaga keamanan di SMAN 2 Surabaya, Selasa (5/5). Peninjauan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan serta penyediaan hunian layak bagi insan pendidikan di Jawa Timur.
Gubernur Jatim Lihat Langsung Hasil Bedah Rumah Satpam SMAN 2 Surabaya, Wujudkan Hunian Layak bagi Insan Pendidikan
Program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari kado peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Secara keseluruhan, program ini telah menyasar 135 insan pendidikan di berbagai wilayah Jawa Timur. Khusus tahun ini, sebanyak 38 rumah direnovasi dan tersebar di 24 Cabang Dinas Pendidikan.
Perbaikan rumah Wandori yang berlokasi di Jalan Dinoyo Baru, Surabaya, dimulai sejak awal April 2026 dan kini telah rampung 100 persen. Program ini menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan seluruh elemen pendidikan, termasuk tenaga penunjang, mendapatkan perhatian yang layak.
“Insan pendidikan itu bukan hanya guru. Ada tenaga keamanan, tenaga kebersihan, dan berbagai pihak lain yang turut mendukung proses pendidikan. Mereka juga harus mendapatkan perhatian, termasuk dalam pemenuhan hunian yang layak,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, program ini bersumber dari dana zakat yang dihimpun jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang kemudian disalurkan untuk membantu perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Menurut Khofifah, setiap kabupaten/kota di Jawa Timur mendapatkan satu titik program bedah rumah pada semester pertama tahun ini. Selain itu, dana zakat juga digunakan untuk program afirmasi pendidikan berupa bantuan beasiswa sebesar Rp1 juta bagi keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif Gubernur Khofifah yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap seluruh insan pendidikan di Jawa Timur.
“Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Ibu Gubernur menginisiasi agar kita semua peduli terhadap insan pendidikan, tidak hanya guru tetapi juga tenaga penunjangnya. Setelah dilakukan survei, terdapat penerima yang layak mendapatkan bantuan, salah satunya Bapak Wandori,” ujarnya.
Ia menambahkan, program bedah rumah ini telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan memberikan manfaat luas di berbagai daerah. Secara total, sekitar 135 rumah telah direnovasi dengan nilai bantuan rata-rata Rp20 juta hingga Rp25 juta per unit, dengan pelaksanaan yang mengedepankan semangat gotong royong.
Sementara itu, Wandori mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku, kondisi rumah sebelumnya sangat tidak layak huni, dengan atap bocor, plafon rusak, serta dinding retak dan lembap.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah. Kami sekeluarga sangat terbantu. Sekarang rumah kami jauh lebih layak dan nyaman untuk ditempati,” ucapnya haru. (NXF)



