PemerintahanPendidikan

Juara Umum FNRP XXXI, Tim Kyai Lodra Terima Apresiasi Gubernur Khofifah

235
×

Juara Umum FNRP XXXI, Tim Kyai Lodra Terima Apresiasi Gubernur Khofifah

Share this article

PIKIRANKITA.IDSURABAYA, 27 Juni 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Tim Kesenian Reog Kyai Lodra yang sukses meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para seniman dalam mengharumkan nama Jawa Timur melalui seni budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada 77 anggota Tim Kyai Lodra. Masing-masing menerima piagam penghargaan dan uang apresiasi sebesar Rp1 juta, sedangkan Tim Kesenian Kyai Lodra memperoleh piagam penghargaan serta uang pembinaan senilai Rp40 juta atas keberhasilannya menjadi juara umum.

Khofifah menegaskan, keberhasilan Tim Kyai Lodra tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo, tetapi juga seluruh warga Jawa Timur. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kesenian tradisional mampu terus berkembang, beradaptasi, dan tetap menjadi yang terbaik di tengah perubahan zaman.

“Keberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisi Jawa Timur tetap memiliki daya tarik, relevansi, dan kualitas terbaik di tengah dinamika zaman. Tradisi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Reog Ponorogo bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi merupakan identitas budaya Jawa Timur yang mengandung nilai keberanian, ketangguhan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan leluhur yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, pelestarian Reog harus terus diperkuat melalui pembinaan yang berkelanjutan, regenerasi pelaku seni, serta pemberian ruang kreativitas yang lebih luas bagi generasi muda agar kesenian tradisional tetap hidup dan dicintai masyarakat.

Di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, Khofifah menilai budaya tradisional justru memiliki posisi strategis sebagai penanda jati diri bangsa sekaligus fondasi pembentukan karakter masyarakat.

See also  Khotmil Qur’an Inklusif di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Perangkat Daerah dan Komunitas Tuli Raih Berkah Ramadan

“Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui upaya menjaga warisan yang telah ada. Kita juga harus membuka ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap relevan, dicintai, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah, seniman, akademisi, komunitas budaya hingga masyarakat, untuk memperkuat ekosistem kebudayaan. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem kebudayaan, memperluas ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda serta menjadikan budaya sebagai kekuatan karakter sekaligus kekuatan pembangunan daerah,” katanya.

Khofifah berharap keberhasilan Tim Kyai Lodra dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku seni budaya di Jawa Timur untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.

“Mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan semangat Reog kepada generasi penerus. Karena di dalamnya tersimpan jati diri, karakter, serta kebanggaan Jawa Timur yang akan terus menguatkan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra, Joko Winarko, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur yang selama ini memberikan pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi kepada para pelaku seni.

Ia menjelaskan, selain meraih gelar Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI, Tim Kyai Lodra juga berhasil memborong sejumlah penghargaan bergengsi, yakni Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Penata Tari Terbaik.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum sekaligus memperoleh penghargaan penyaji terbaik, penata musik terbaik, dan penata tari terbaik. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim peserta serta dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.

See also  Pemprov Papua Tengah Siap Total Sambut Kedatangan Wapres Gibran Rakabuming Raka

Joko berharap prestasi tersebut menjadi pemacu semangat bagi para seniman, budayawan, akademisi, dan generasi muda untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memajukan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya yang bernilai luhur dan semakin dikenal dunia. (FOI)