PemerintahanPendidikan

Gubernur Khofifah: Pendidikan Al-Qur’an dan Literasi Harus Berjalan Seiring untuk Mencetak Generasi Unggul

291
×

Gubernur Khofifah: Pendidikan Al-Qur’an dan Literasi Harus Berjalan Seiring untuk Mencetak Generasi Unggul

Share this article

PIKIRANKITA.IDSURABAYA, 14 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Generasi Qur’ani yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan memiliki budaya literasi yang kuat merupakan modal utama untuk membangun daya saing bangsa di masa depan.

Menurutnya, di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri Gebyar Prestasi Al-Qur’an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Surabaya di Gedung ICBC Surabaya, Minggu (14/6).

Gubernur Khofifah mengatakan, pendidikan Al-Qur’an tidak hanya membentuk kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, integritas, serta semangat belajar sepanjang hayat.

“Perubahan zaman bergerak begitu cepat dan menghadirkan berbagai tantangan baru. Dalam situasi seperti ini kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan fondasi moral yang kokoh. Karena itulah pendidikan Al-Qur’an menjadi sangat penting sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.

Khofifah memambahkan, pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual maupun penguasaan ilmu pengetahuan. Bangsa membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecakapan akademik dengan kekuatan moral dan spiritual.

“Karena daya saing tanpa karakter akan kehilangan arah, sedangkan kemajuan tanpa moralitas akan kehilangan makna,” tegasnya.

Semangat tersebut, lanjut Khofifah, tercermin dalam penyelenggaraan Gebyar Prestasi Al-Qur’an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah Surabaya yang tahun ini diikuti sebanyak 866 siswa-siswi dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren Khadijah hingga Unit Sosial Khadijah.

See also  Gubernur Khofifah Apresiasi Kolaborasi Paskibra SD hingga SMA di Hardiknas 2026

Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Yayasan Khadijah dalam membangun ekosistem pendidikan yang memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan akhlakul karimah serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan dan uang pembinaan kepada para siswa berprestasi pada berbagai kategori, mulai dari Tartil Al-Qur’an Terbaik, Tahfidz Al-Qur’an Terbaik, capaian hafalan 6, 7, 9, 12, 16 hingga 30 juz, Lulus Munaqasyah Standar Asatidz dan Sanad PIQ, hingga Tahfidz 30 Juz Al-Qur’an.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, ustadz, dan ustadzah Yayasan Khadijah yang selama ini konsisten membimbing para peserta didik mencintai, memahami, menghafal, sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Terima kasih kepada para pengurus, ustadz dan ustadzah Yayasan Khadijah yang telah membimbing anak-anak kita. Mudah-mudahan hatinya Al-Qur’an, pikirannya Al-Qur’an, dan gerakannya digerakkan oleh Al-Qur’an. Semoga seluruh ilmu yang diajarkan menjadi ilmu yang manfaat dan barokah,” kata Khofifah.

Secara khusus, Khofifah juga berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar tidak berhenti pada capaian menghafal Al-Qur’an semata. Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah menjaga hafalan sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Pesan saya, tolong dijaga Al-Qur’annya. Menjaga hafalan tentu bukan hal yang sederhana. Oleh karena itu, kelompok para penghafal Al-Qur’an menjadi bagian penting agar hafalannya tetap terjaga. Baik yang hafal 6 juz, 7 juz, 9 juz, 12 juz, 16 juz maupun 30 juz, semuanya sama-sama perlu menjaga hafalannya,” tuturnya.

Selain menekankan pentingnya menjaga hafalan, Khofifah mengajak generasi muda membangun budaya literasi yang kuat. Menurutnya, pesan tersebut telah diajarkan Al-Qur’an melalui wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Iqra’.

“Ayat pertama yang turun adalah Iqra’, yang mengintroduksi pentingnya literasi. Literasi itu tidak sekadar membaca, tetapi juga mencerdaskan dan melakukan pengayaan. Ini menjadi bagian penting untuk menerjemahkan lebih luas bagaimana ayat pertama yang turun, Iqra’, sesungguhnya mengajarkan pentingnya literasi,” katanya.

See also  Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Ras Terkini Menurut BI.

Ia menegaskan, penguatan budaya literasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki budaya literasi yang baik akan lebih siap menghadapi perubahan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Lebih jauh, Khofifah mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana lulusan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam konteks itulah, para wisudawan dan wisudawati tartil tahfidz yang diwisuda hari ini merupakan aset berharga bangsa yang kelak akan mengambil peran penting dalam berbagai bidang kehidupan.

“Mereka adalah calon pemimpin masa depan, calon akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, ulama maupun tokoh masyarakat yang akan ikut menentukan arah perjalanan bangsa,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Khofifah menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan karakter, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, organisasi keagamaan, masyarakat, dan pemerintah.

Ia berharap budaya mencintai Al-Qur’an terus diperkuat dalam kehidupan sehari-hari, sinergi pendidikan karakter semakin kokoh, serta lahir generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa.

“Semoga setiap ayat yang dibaca, setiap huruf yang dihafal, setiap ilmu yang diajarkan, dan setiap ikhtiar yang dilakukan hari ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (MOK)