Umum

Bhikkhu dari Empat Negara Tiba di Surabaya, Gubernur Jawa Timur Ajak Perkuat Toleransi dan Persaudaraan

298
×

Bhikkhu dari Empat Negara Tiba di Surabaya, Gubernur Jawa Timur Ajak Perkuat Toleransi dan Persaudaraan

Share this article
Dok : Humas Prov Jawa Timur

PIKIRANKITA.IDSURABAYA, 15 Mei 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan 57 Bhikkhu lintas negara yang mengikuti perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/5). Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat memperkuat toleransi, kebersamaan, dan harmoni antarumat beragama sebagai fondasi perdamaian dunia.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi atas perjalanan damai yang dilakukan para Bhikkhu. Ia menilai langkah tersebut membawa pesan universal yang relevan dengan kondisi global saat ini.

“Selamat datang di Jawa Timur, Bumi Majapahit, bumi yang mengenalkan Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kita berbeda-beda tetapi kita satu dalam mewujudkan harmoni antar manusia,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa nilai perdamaian dan kebahagiaan yang diusung dalam perjalanan tersebut merupakan kebutuhan mendasar umat manusia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan pesan tersebut.

“Saya ingin mengajak kepada kita semua dari Grahadi ini kita terus menyuarakan perdamaian dan kebahagiaan. Itulah yang kita butuhkan saat ini,” imbuhnya.

Rombongan Bhikkhu terdiri dari 57 orang yang berasal dari Thailand (42 orang), Malaysia (4 orang), Laos (3 orang), dan Indonesia (8 orang). Mereka menempuh perjalanan sekitar 666 kilometer dengan berjalan kaki, membawa misi perdamaian dunia.

Menurut Khofifah, perjalanan tersebut tidak hanya sekadar lintasan geografis, tetapi juga perjalanan nilai yang menghubungkan kemanusiaan dalam satu semangat.

“Perdamaian adalah kebutuhan seluruh umat manusia, tanpa memandang suku, agama, maupun wilayah,” katanya.

Ia juga menilai momentum ini sebagai ruang spiritual dan sosial untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah berbagai perbedaan dan potensi konflik, perjalanan ini dinilai menghadirkan harapan akan persatuan berbasis welas asih dan kemanusiaan.

See also  Pabrik Infus Terbesar Kian Ekspansif, Gubernur Khofifah Dorong Substitusi Impor

Sepanjang perjalanan, para Bhikkhu disambut hangat oleh masyarakat, termasuk anak-anak. Meski terdapat perbedaan bahasa, interaksi tetap terjalin melalui senyum dan ketulusan.

“Di situlah makna perdamaian hadir, sederhana namun mampu menyentuh hati,” tutur Khofifah.

Ia menambahkan, masyarakat Jawa Timur merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan tersebut dan berharap para Bhikkhu merasakan kehangatan selama berada di daerahnya.

Di akhir sambutan, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini serta mendoakan kelancaran perjalanan hingga tujuan akhir.

Sementara itu, Kepala Rombongan Bhikkhu, Bhante Phra Phanarin Oaksonthip, mengaku bahagia telah tiba di Surabaya pada hari ketujuh perjalanan. Ia mengapresiasi sambutan hangat dari pemerintah dan masyarakat Jawa Timur.

“Kami sangat senang. Perjalanan dari Bali terasa panas, tetapi saat tiba di Surabaya terasa lebih sejuk karena banyak pohon. Terima kasih atas sambutan hangatnya,” ujarnya. (FRH)