Umum

Kapal Minyak ‘Siluman’ Rusia Lolos dari Sanksi, Ketegangan Global Memanas

306
×

Kapal Minyak ‘Siluman’ Rusia Lolos dari Sanksi, Ketegangan Global Memanas

Share this article

PIKIRANKITA.ID – LONDON / ATLANTIK UTARA, 9 Januari 2026 — Armada tanker bayangan yang dikenal sebagai “shadow fleet” yang terkait dengan Rusia masih aktif berlayar di perairan internasional, meskipun Amerika Serikat berhasil menyita salah satu kapal paling menonjol dalam jaringan ini. Beberapa kapal kini terlihat melintasi Selat Inggris (English Channel) dengan nama samaran dan bendera yang dimodifikasi, sementara insiden penyitaan “Marinera” telah memperburuk ketegangan maritim dan diplomatik antara Moskow dan Washington.

Laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa sejumlah kapal tanker yang dicurigai terlibat dalam jaringan shadow fleet telah mengganti nama dan bendera mereka untuk menghindari pengenaan sanksi. Kapal-kapal ini memasuki perairan English Channel dalam beberapa hari terakhir, dengan tujuan menuju pelabuhan di Rusia atau tempat lain di Eropa Utara. Beberapa di antaranya—seperti kapal yang sekarang berlayar dengan nama Arcusat di bawah bendera Kamerun—dikaitkan dengan rute minyak yang mencoba mengelabui pengawasan sanksi internasional.

Kapal tanker Marinera—yang semula dikenal sebagai Bella 1 dan termasuk bagian dari “shadow fleet”—disita oleh pasukan AS di Samudra Atlantik Utara setelah pengejaran yang berlangsung sekitar dua minggu. Kapal tersebut sebelumnya mengganti bendera menjadi Rusia untuk menghindari sanksi saat mencoba melintasi rute laut untuk minyak yang diduga berasal dari Venezuela. Ukraina, Venezuela, dan Iran termasuk di antara rute perdagangan minyak yang menjadi sasaran sanksi AS.

Penyitaan Marinera memicu kecaman keras dari Kementerian Luar Negeri Rusia, yang menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum maritim internasional dan kebebasan navigasi, sambil menuntut pengembalian kapal dan awaknya. Menteri luar negeri Moskow menuduh AS menggunakan hukum sanksi sebagai “dalih tidak sah” untuk mengintervensi kapal yang sah terdaftar.

See also  ASN WFA Akhir Tahun, Rini Widyantini Tegaskan Layanan Publik Tetap Jalan

Sementara pihak Barat menekankan bahwa operasi tersebut adalah bagian dari penegakan sanksi terhadap aktivitas yang dianggap ilegal, analis maritim internasional menunjukkan bahwa kapal-kapal dalam shadow fleet sering kali menjadi risiko keselamatan dan jika terjadi kecelakaan bisa menimbulkan bencana lingkungan serius. Kapal-kapal ini umumnya berusia tua, kurang diasuransikan, dan kadang mematikan transponder untuk menghindari deteksi pemerintah Barat.

Insiden yang melibatkan Marinera dan kapal-kapal shadow fleet ini mencerminkan escalation dalam persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan Rusia di laut lepas, terutama terkait sanksi minyak, kebijakan luar negeri, dan supremasi hukum laut internasional. Penangkapan kapal oleh AS ikut melibatkan dukungan dari Inggris dalam pengawasan dan intervensi, menambah dimensi aliansi Barat di tengah kritik keras Moskow yang menyebut tindakan itu sebagai provokasi yang tak dapat dibenarkan. (LPO)