PIKIRANKITA.ID – BERLIN, 8 Januari 2026 — Pasar tenaga kerja Jerman mencatat kondisi paling lemah untuk bulan Desember sejak 2010, dengan jumlah pengangguran meningkat dan permintaan tenaga kerja yang tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi yang berkepanjangan. Data resmi dan laporan analis menunjukkan tren pelemahan yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa.
Berdasarkan data dari Federal Employment Agency Jerman, jumlah pencari kerja yang terdaftar mencapai sekitar 2,9 juta orang pada Desember 2025, naik sekitar 23.000 dari bulan sebelumnya — dinamika yang mencatatkan angka tertinggi untuk periode akhir tahun sejak 2010. Angka ini juga mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan Desember 2024.
Unemployment rate atau tingkat pengangguran secara musiman disesuaikan tetap berada di sekitar 6,3%, level yang sama dengan posisi tertingginya dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat menyusul periode kontraksi ekonomi yang berlangsung lebih dari dua tahun.
Andrea Nahles, Kepala Federal Employment Agency, menyebutkan bahwa kurangnya momentum ekonomi dan lemahnya penguatan lapangan kerja masih menjadi tantangan utama. Kegiatan perekrutan tetap rendah, sementara banyak perusahaan terus menahan ekspansi tenaga kerja di tengah ketidakpastian permintaan domestik dan internasional.
Analisis dari ekonom menilai bahwa tren pelemahan ini bukan sekadar fluktuasi musiman. Menurut laporan analis Carsten Brzeski, pasar tenaga kerja telah menunjukkan pelemahan struktural, dipengaruhi oleh stagnasi ekonomi lebih dari lima tahun dan tantangan yang dihadapi sektor industri tradisional di Jerman.
Selain itu, data tambahan menunjukkan penurunan jumlah lowongan pekerjaan dan perlambatan rekrutmen di berbagai sektor, termasuk manufaktur. Industri manufaktur tercatat mengalami pengurangan tenaga kerja yang cukup besar sepanjang 2025, dengan penurunan lapangan kerja di subsektor otomotif sebagai salah satu kontributor utama.
Pasar tenaga kerja yang lesu ini diperkirakan akan membatasi pertumbuhan konsumsi domestik dan menahan pemulihan ekonomi secara luas pada 2026, terutama jika industri utama Jerman seperti otomotif dan mesin tidak berhasil mengatasi tantangan struktural yang ada.
Pengamat juga mencatat bahwa pertumbuhan lapangan kerja yang stagnan telah berlangsung sejak kuartal pertama 2025, ketika tingkat pengangguran sempat menembus 3 juta orang dalam ukuran tidak disesuaikan. Kondisi ini menggambarkan tekanan berkelanjutan pada tenaga kerja, termasuk kebutuhan untuk penyesuaian keterampilan dan dinamika migrasi tenaga kerja dalam negeri. (UIQ)



