PemerintahanUmum

Salat Idul Adha di Al Akbar Surabaya, Khofifah Ajak Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail

231
×

Salat Idul Adha di Al Akbar Surabaya, Khofifah Ajak Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail

Share this article

PIKIRANKITA.IDSURABAYA, 27 Mei 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (27/5).

Salat Idul Adha dimulai pukul 06.08 WIB dengan imam Imam Besar Masjid Al Akbar KH Abdul Hamid Abdullah. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar dengan tema keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membina generasi unggul.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak umat Islam meneladani keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS.

Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum penting untuk memperkuat kepatuhan kepada Allah SWT.

“Keimanan dan ketakwaan yang diteladankan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan bentuk kepatuhan total kepada perintah Allah SWT. Keduanya memberikan pelajaran tentang ketakwaan, keikhlasan, serta pengorbanan dalam menjalankan perintah-Nya,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya menunjukkan ketegaran seorang ayah sekaligus ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Sedangkan Nabi Ismail AS memperlihatkan kesabaran dan keridhaan dalam menerima ketetapan Allah SWT.

“Inilah keteladanan yang perlu kita hadirkan dalam kehidupan, yakni menjadi hamba yang patuh tanpa syarat dan menjadi manusia yang tangguh ketika diuji pengorbanan demi Allah SWT,” imbuhnya.

Di hadapan puluhan ribu jamaah yang memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyalurkan hewan kurban bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia turut mengajak seluruh jamaah mendoakan masyarakat Indonesia yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

See also  Investasi Jawa Timur Lampaui Target 2025, Tembus Rp147,7 Triliun, Gubernur Khofifah: Bukti Kepercayaan Investor terhadap Stabilitas Daerah

Usai Salat Idul Adha, Khofifah menyerahkan secara simbolis sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH M Sudjak.

Sapi kurban Presiden Prabowo berjenis Peranakan Ongole (PO) berumur enam tahun dengan bobot mencapai 1,1 ton. Sapi tersebut merupakan hasil ternak Akhmad Ritaudin asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Khofifah menjelaskan sapi PO merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki keunggulan adaptif terhadap lingkungan panas, mampu memanfaatkan pakan limbah pertanian, serta memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit.

Selain menyerahkan sapi kurban Presiden, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban miliknya berjenis Belgian Blue dengan bobot satu ton kepada pengurus Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Sapi Belgian Blue tersebut dipilih langsung dari peternak asal Desa Wates Negoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Faisal Efendi. Sapi jenis ini dikenal memiliki karakteristik “double muscles” atau otot ganda dengan pertumbuhan cepat serta produksi daging yang lebih padat dan rendah lemak.

Sementara itu, hewan kurban milik Wakil Gubernur Emil Dardak diserahkan kepada Takmir Masjid Islamic Center Surabaya, sedangkan hewan kurban Sekda Provinsi Jawa Timur diserahkan kepada Takmir Masjid Nasional Baitul Hamdi.

Pada Idul Adha tahun ini, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyembelih 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing. Proses pemotongan dan distribusi hewan kurban dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.

Khofifah juga memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur tahun 2026 dalam kondisi aman, sehat, dan mencukupi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiagakan 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban yang berasal dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi.

Selain itu, terdapat 2.318 lapak penjualan hewan kurban, 208 pasar hewan, 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan hewan kurban terdaftar di seluruh Jawa Timur.

See also  Buka Surabaya Hospital Expo 2026,Gubernur Khofifah Tekankan Transformasi Digital Rumah Sakit

Menurut Khofifah, penjualan hewan kurban tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Banyak peternak kini memanfaatkan ekosistem digital untuk memasarkan hewan kurban sehingga memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli.

“Semangat beribadah masyarakat Jawa Timur luar biasa dan peternak-peternak kini semakin adaptif memanfaatkan digital ekosistem untuk pemasaran hewan kurban,” pungkasnya. (KZQ)