PIKIRANKITA.ID – SIDOARJO, 10 April 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di Kantor BPBD Jatim, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (9/4).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol mulai beroperasinya dua fasilitas baru yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BPBD dalam penanggulangan bencana di Jawa Timur.
Gedung Gerha Majapahit dengan luas 19 x 24 meter difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Sementara Gedung Olahraga BPBD seluas 26 x 14,5 meter dibangun untuk mendukung kegiatan fisik, pelatihan, serta peningkatan kebugaran personel.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kehadiran kedua fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola logistik kebencanaan yang lebih tertib, berkualitas, dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In, First Out (FIFO).
“Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta sistem FIFO yang optimal,” ujarnya.
Menurut Khofifah, penerapan ekosistem digital dalam pengelolaan logistik menjadi kebutuhan mutlak. Sistem tersebut dinilai mampu mempermudah pengawasan, meningkatkan ketelitian pencatatan, serta meminimalkan risiko penggunaan logistik yang tidak layak pakai.
“Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Melalui FIFO, kita bisa mendeteksi distribusi berdasarkan tanggal penggunaan dan memastikan tidak ada logistik yang kedaluwarsa,” jelasnya.
Selain itu, Khofifah juga mengingatkan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino.
Ia menekankan pentingnya mitigasi yang terukur dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah, guna menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
“Pompa-pompa air dalam akan disiapkan oleh Dinas PU Jatim untuk daerah yang telah dipetakan mengalami kekeringan, sehingga Indeks Pertanaman tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan bahwa pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola logistik, operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia kebencanaan.
Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif untuk mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kesiapsiagaan serta kecepatan respons dalam situasi darurat diharapkan semakin meningkat.
Adapun Gedung Olahraga BPBD Jatim akan dimanfaatkan untuk menunjang pembinaan fisik dan pelatihan personel, sehingga meningkatkan ketangguhan aparatur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.
Gatot menambahkan, pembangunan kedua gedung tersebut dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025, dimulai sejak Juni hingga Desember selama 180 hari kalender. Proyek ini didanai melalui APBD Provinsi Jawa Timur dan dirancang oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.
Dalam proses pelaksanaannya, pembangunan juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur guna memastikan akuntabilitas serta transparansi pelaksanaan proyek. (KDI)



