Umum

AS Dituding Bajak Tanker Rusia! Moskow Murka, Dunia Waspada Perang Baru

201
×

AS Dituding Bajak Tanker Rusia! Moskow Murka, Dunia Waspada Perang Baru

Share this article

PIKIRANKITA.ID – MOSKOW, 9 Januari 2026 – Pemerintah Rusia mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia di Samudra Atlantik Utara, menyebutnya sebagai pembajakan modern dan pelanggaran berat terhadap hukum maritim internasional yang berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik antara kedua negara.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, operasi penyitaan tersebut dilakukan tanpa persetujuan Moskow meskipun identitas Rusia dan status sipil kapal Marinera telah diberitahukan berulang kali kepada otoritas AS. Pemerintah Rusia menegaskan bahwa tindakan tersebut “melanggar prinsip dan norma dasar hukum maritim internasional” serta “kebebasan navigasi” yang dilindungi oleh konvensi internasional.

“Kami mengecam tindakan sepihak Amerika Serikat yang menggunakan kekuatan terhadap kapal sipil yang sah beroperasi di laut lepas. Ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum laut dan kebebasan navigasi yang diakui internasional,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Xinhua dan berbagai media internasional.

Rusia juga menilai pihak Washington menggunakan dalih sanksi domestik sebagai alasan untuk “mengkriminalisasi kegiatan maritim yang sepenuhnya sah”, serta mengecam apa yang disebut Moskow sebagai “neo-kolonialisme” oleh Amerika Serikat. Pernyataan itu mendesak Washington untuk segera menghentikan tindakan yang dianggap ilegal dan memulangkan awak kapal ke tanah air.

Dalam konteks yang sama, Leonid Slutsky, Ketua Komite Urusan Internasional Parlemen Rusia (Duma Negara), menyatakan bahwa penyitaan tanker Marinera merupakan “perompakan abad ke-21” oleh kekuatan Anglo-Saxon dan tidak bisa dibenarkan oleh sanksi unilateral. Ia juga memperingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi menimbulkan eskalasi lebih lanjut dalam hubungan bilateral antara Moskow dan Washington.

Pernyataan Moskow juga mencakup kekhawatiran atas keselamatan dan kesejahteraan awak kapal, yang menurut Rusia kini berada dalam risiko akibat tindakan penahanan oleh otoritas AS tanpa dasar hukum yang jelas. Rusia mendesak AS untuk menjamin perlakuan manusiawi dan segera memulangkan kru kapal.

See also  Capaian MBG Melesat ke 44 Juta Penerima, Prabowo: Ini Prestasi Global

Kapten Marinera sendiri, yang sebelumnya bernama Bella 1, dikejar oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat setelah dinilai berusaha menghindari blokade terhadap kapal tanker yang terkait dengan sanksi terhadap Venezuela. AS membela penyitaan itu sebagai bagian dari penegakan hukum sanksi, tetapi klaim tersebut dibantah keras oleh Moskow yang menekankan buruknya preseden yang diciptakan oleh tindakan itu untuk hukum laut di masa depan. (XVJ)