PIKIRANKITA.ID – KARAWANG, 8 Januari 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Satyalancana Wira Karya diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan kontribusi Gubernur Khofifah dalam mendukung terwujudnya Swasembada Pangan Nasional sepanjang tahun 2025. Penghargaan ini menjadi yang kedua diterima Khofifah, setelah sebelumnya memperoleh tanda kehormatan serupa di bidang pengelolaan dan pengembangan sektor kelautan.
Dalam keterangannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan di Jawa Timur.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen, khususnya para petani, kelompok tani, pemerintah daerah kabupaten/kota, Forkopimda, serta dukungan dari Kementerian Pertanian,” ujar Khofifah.
Penganugerahan tersebut tidak terlepas dari capaian Jawa Timur sebagai provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi nasional sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Januari 2026, produksi padi Jawa Timur mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG). Sementara produksi beras tercatat sebesar 6.096.344 ton.
Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024, dengan produksi padi sebesar 9,27 juta ton GKG dan beras sebesar 5,35 juta ton. Dengan capaian ini, Jawa Timur mengungguli Jawa Barat dan Jawa Tengah, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional.
Khofifah menjelaskan, peningkatan produksi didorong oleh sejumlah kebijakan strategis, antara lain mekanisasi pertanian, penyediaan benih unggul, serta penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi saluran air. Selain itu, luas panen padi Jawa Timur pada 2025 meningkat menjadi 1.842.519 hektar dari sebelumnya 1.616.985 hektar pada 2024.
“Kenaikan produksi padi dan beras pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan produktivitas pertanian memberikan hasil nyata,” katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah dan petani di Indonesia yang berperan aktif dalam mewujudkan Swasembada Pangan 2025. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting bagi kedaulatan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting para petani. Hari ini kita buktikan Indonesia mampu swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menyatakan optimisme bahwa capaian swasembada pangan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok nasional. (MOY)



